Semua orang bilang padaku, bahwa kau kuat dalam segalanya. Kamu mampu dalam mengendalikan segala hal. Sesungguhnya tidak ada yang pernah memahami dirimu sepenuhnya. Termasuk dirimu sendiri. Kau terus memaksa tegak berdiri kokoh. Sedang dirimu ingin menyerah. Apa yang salah dengan ingin menyerah? Kau tak perlu sungkan bercerita, seperti pada orang-orang yang melihatmu kuat. Ah, manusia. Kadang Cuma melihat di permukaan. Sejak pagi yang semakin membuat sesak, kau tak bergeming dari jendela kamarmu. Meskipun aku menyapamu berkali-kali. Di beranda tempat kita bersua, kau tak pernah duduk kembali di sana. Sudahkah kau kembali di tempat kau bersama orang-orang kuat itu? Ah, aku hanya melihat kau dengan penuh haru. Kau ternyata baik-baik saja, meski sebelumnya kau ingin menyerah. -Rifa Nurafia ...
Fenomena modern berkaitan dengan kecanggihan membuat segala hal mudah sekali tersebar dan dipublikasikan. Segala hal biasa begitu mudah diketahui tanpa perlu kita melihat secara langsung. Sadar atupun tidak fenomena tersebut membuat pribadi bergeser dan lebih mudah menghakimi hidup orang lain ataupun diri sendiri. Pernah mendengar kata insecure ? Arti dalam Bahasa Indonesia dapat berarti kecemasan atau kegelisahan. Perasaan di mana pada diri mengalami gejala yang membuat sebuah ketakutan. Insecure tidak mudah dikenali secara mendalam disebabkan pada kehidupan terbiasa berseliweran dengan berbagai hal yang dianggap biasa. Kemudian sulit untuk mengakui hal-hal negative yang muncul pada diri sendiri. Apalagi di zaman serba modern mudah sekali insecure datang tanpa disadari. Lihat saja, terkadang pribadi kita merasa bahwa hidup yang digambarkan di setiap postingan sosial media begitu terlihat bahagia dan membahagiakan. Kemudian, dengan itu kita menghakimi hidup kita ...
Perempuan dan Perasaan#1 Oleh: Rifa Nurafia Perempuan sadar atau tidak memiliki rasa dan perasaan yang terkadang melebihi ketakutan. Perasaanya bisa menjadi membabi buta dan mencaci maki. Perasaan yang dimiliki perempuan bisa memiliki sinyal kuat kebaikan atau malah menjadi malapetaka. Sadar atau tidak perasaan dalam diri perempuan kuatnya melebihi yang ada di laki-laki. Katanya perempuan lebih menggunakan perasaan daripada logika. Bisa jadi itu benar, sebab terkadang perempuan lebih banyak melihat sesuatu menggunakan rasa dirinya; perasaan yang muncul untuk dirinya saja tanpa pernah memikirkan rasa atau perasaan yang lain. Tidak sepernuhnya benar, tapi bisa diuji dengan kalian para perempuan mengambil keputusan dan memberikan sebuah respon terhadap apa yang dialami. Perasaan begitu melekat sebab keberadaanya menjadi banyak mendominasi dalam diri perempuan. Perasaan adalah segala sesuatu yang dirasakan dengan pancaindera. Lewat perasaan yang ada dalam diri, emosi itu muncul da...
Komentar
Posting Komentar