Mencintai kembali. Tuan, terima kasih sudah mendekat. Selamat atas sidang tesismu. Kita akan merayakan hal lain bersama kan?
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Naik Gunung Turun Gunung Semangat Oleh: Rifa Nurafia Hari ini berkecamuk sudah, seperti banyak yang dipertanyakan. oh Tuhan "kapan ini selesai?". Sungguh aku ingin tidur saja. Barang kali itu isi pikiranku yang dua tahun ini berkecamuk. Langkah-langkah yang diambil buatku cukup berat, rasanya seperti akan menganggakt gunung. Sedikit cerita, mari simak dengan baik. Ini semester akhirku di pascasarjana, Rasanya sangat berat kebingungan, kelelahan, tangis, sedih, sampai perasaan yang aku sendiri tidak tahu mendeskripsikannya. Aku baru merasa kembali berjuang, iya seperti mencari masalah dalam diri sendiri sih! menyebalkan memang. Seperti banyak hal yang tidak terduga, aku berusaha selalu melakukan yang terbaik. pintaku sejenak saja, aku ingin tidur nyenyak. Entahlah, bagiku itu sangat sulit, mempertanyakan banyak hal di dalam diri. tapi ini sangat membekas dalam memoriku, inikah perjuangan? aku harap medan tempur di depan berpihak padaku. Yeay! ayo bangkit naik lagi.
Menghadapi Dunia Baru
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Kalau duniamu berubah, tentu itu menandakan bahwa kau bertumbuh. Sepenggal cerita berlabuh padaku, katanya semua berubah. Orang-orang terdekat, masalah yang tidak selesai, pekerjaan yang menumpuk, serta ekspetasi yang tidak terkendali. Kau ingat, pagi itu seorang datang padaku bercerita tentang patah hati dan kecewa atas kegagalan pernikahan, lalu datang satu orang lagi bercerita betapa menakjubkannya kehilangan seseorang, lalu kemudian datang cerita-cerita lain yang tidak kalah mendebarkan, membahagiakan, bahkan menyedihkan. Yang bahkan di sekolah sepertinya tidak pernah dipelajari, masalah yang rasanya setiap orang tidak akan ada habisnya mengadu nasib keterpurukan ataupun beradu paling bahagia. Iya, itulah dunia. Dunia yang saat ini sedang berputar. Duniaku, duniamu, dunia mereka hanya sepenggal dari betapa berkuasanya Allah dalam menghadirkan banyak hal. Ada sedih, senang, kecewa, kemarahan, ketidakberdayaan serta emosi-emosi yang tidak terduga. Semuanya seperti tidak menat...
Hai untuk Kamu
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Hai! Sudah terlalu lama, cukup lama untuk aku katakana ini patah hati. Empat tahun bukan waktu yang mudah untuk aku bertahan sampai tahap ini. Tidak, kisah kita memang sudah selesai, tapi rasanya sesak itu selalu ada. Memang tidak mudah untukku, mungkin amat sangat mudah untukmu. Selamat atas banyak kebahagiaan yang sedang kamu raih, ya!. Tidak sengaja, aku melihatmu di sosial media. Kau amat tersenyum bahagia dengan seseorang hari ini. Sebentar lagi, akupun akan segera melupakan kisah kita, kalaupun tidak aku mengenangmu sebagai patah hati yang tidak pernah akan aku lakukan lagi. Sungguh, aku ingin selesai. Menyakitkan memang hilang tanpa sebuah alasan dan aba-aba. Aku mengingat jelas perkataan itu: “Maaf aku hilang dari lingkaran”. Sungguh sangat terlihat jelas saat itu pertengkaran gila yang kita lakukan, dan aku merengek kesal karena kamu acuhkan. Lalu kau berkata: “nanti kita ketemu, puaskan segala rindumu”. Ternyata, itu hanya untaian kata saja, sampai akhirnya perpisahan...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Hai, apa kabar? Tadi pagi, aku bertemu seorang, ah katanya rindu sekali padamu, lalu hanya bisa melihat semua kenangan itu di facebook. Sudah lama, sangat lama ternyata sudah pergi. Seperti hari-hari yang sudah terlewati, ternyata benar bahwa lebih sesak kehilangan yang tidak atau bahkan sesuatu yang sudah tidak akan ditemui lagi, bahkan melihat senyumnya saja tidak mungkin. Sungguh sesak, lebih sesak dari apapun. Seperti ada lubang kosong yang akan terus kosong di sana, tapi itulah takdir, selalu sekejap tidak terduga. Ah, sudah lima tahun ternyata, aku bahkan tidak melupakan genggaman terakhir kamu di dunia, sampai saat ini aku masih lengkap mengingatnya. Pada bagian itu aku menjadi paham dan mempersiapkan segala yang datang dan pergi, semua sementara, semua akan hilang juga, semua akan kembali pada yang empunya semesta ini.
Gak Papa~
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Untuk kamu yang sangat amat sedang jauh. Jauh dari diri kamu yang biasanya. Gak papa, aku tahu ini sangat berat, teramat berat lalu kau sendirian. Rasanya pasti ingin berteriak, melihat semuanya terasa kacau. Gak papa beneran gak papa, jangan galak-galak sama diri kamu. Udah paling hebat sejauh ini. Untuk kamu yang sangat amat jadi kebanggan dirimu, aku paham terlalu berat untuk dikatakan. Tapi sesungguhnya kamu sudah melampaui banyak hal. Kamu bukan lagi orang yang sama, kamu sudah berbeda dari sebelumnya. Lebih tabah dan kuat dalam segala hal. Terima kasih ya, sudah sejauh ini!
AKU MENIKMATI KEPAYAHAN~
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Aku berjalan lalu ternyata terlalu lambat. Semuanya sudah hampir mencapai akhir, tapi itu hanya pandanganku saja, ternyata masih banyak yang juga berjuang. Kamu tidak sendirian! Aku menikmati dan berusaha untuk tidak menyalahkan diri. Tidak, kamu tidak lambat sedikitpun. Aku tidak pernah suka dengan kekuatan yang menghilangkan kejujuranmu pada diri sendiri. Jujur saja, tapi selepas itu nikmati dengan tenang. Aku menikmati payahku dalam lelah yang tidak berbentuk, dalam rintangan yang semakin memuncak, dalam doa yang juga semakin mendekat. Allah hanya menyuruh ikhtiar, lalu selepas itu bersyukur. Tidak, tidak untuk dibandingkan dengan kecepatan sampai lebih dulu.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Tanda Tanya oleh: Rifa Nurafia Bagaimana rasanya patah hati yang tak selesai? kau bahkan mengungkapkannya pun tidak pernah Kau bahkan tak bisa tau bahwa menyukainya begitu sangat sesak Kau bahkan tak bisa memilih jalan untuk pergi atau pun kembali Tetapi kau sadar bahwa padanya kau belajar penerimaan :)
Tentang Menyerah
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Semua orang bilang padaku, bahwa kau kuat dalam segalanya. Kamu mampu dalam mengendalikan segala hal. Sesungguhnya tidak ada yang pernah memahami dirimu sepenuhnya. Termasuk dirimu sendiri. Kau terus memaksa tegak berdiri kokoh. Sedang dirimu ingin menyerah. Apa yang salah dengan ingin menyerah? Kau tak perlu sungkan bercerita, seperti pada orang-orang yang melihatmu kuat. Ah, manusia. Kadang Cuma melihat di permukaan. Sejak pagi yang semakin membuat sesak, kau tak bergeming dari jendela kamarmu. Meskipun aku menyapamu berkali-kali. Di beranda tempat kita bersua, kau tak pernah duduk kembali di sana. Sudahkah kau kembali di tempat kau bersama orang-orang kuat itu? Ah, aku hanya melihat kau dengan penuh haru. Kau ternyata baik-baik saja, meski sebelumnya kau ingin menyerah. -Rifa Nurafia ...
TERKURUNG PRASANGKA #3
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Terkurung Prasangka Episode 3 oleh: Rifa Nurafia Aku begitu sadar bahwa kau memang sempat menganggapku sebagai wanita, sebentar. Setelah itu, kau terlihat berlalu dan melupakan perasaan itu. Kau memendamnya dan tanpa sadar kau justru menancapkan teka-teki padaku. Sadarkah kau, bahwa perempuan yang sedang kamu hadapi punya dendam dan ambisi yang tinggi. Ah, sudahlah dijelaskanpun kau tidak akan paham. Kau tidak pernah anggap aku lebih dari sekedar teman dan adik. Akhirnya perasaan ini meletup selalu memaksa untuk diutarakan. Tau kah kau? Menjadi aku yang memendam seperti malam-malam dingin yang terus berusaha menghangatkan diri setiap aku harus menangis. “Aku benci padamu, saat ini.” gumamku setiap kali rasanya aku meminta penjelasan pada diriku sendiri. Tapi sepertinya aku kehilangan kendali dan siang ini tiba-tiba berteriak di meja kerjaku. “Husssh, kenapa?” April menyadarkanku. “Eh, engga-engga. Aku cuma lagi kacau pikiran aja.” Jelasku padanya. “Kamu sepertinya baru...
PEREMPUAN DAN PERLAWANAN #2
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
PEREMPUAN DAN PERLAWANAN #2 Rifa Nurafia Why, If I am Woman? Pertanyaan di atas yang muncul pada pikiran setelah mengenal banyak manusia dan usia sudah bukan lagi remaja. Kemudian, terlontarkanlah juga kalimat “kamu tuh perempuan.” yang selanjutnya disusul dengan narasi bersubjektif mengkerdilkan perempuan ketika memutuskan untuk “berpendidikan”. Pernyataan yang seolah menjadi pelemahan. “ngapain sih sekolah tinggi, ujungya di dapur.” “jangan tinggi-tinggi sekolah, nanti cowok minder.” “udah jangan pilih-pilih nanti susah jodoh.” “saya minder deket sama kamu loh.” “cape-cape kuliah, ujungnya cuma urus anak dan suami.” “mikirin karier mulu, cowok pada mundur karena kamu ketinggian gaji.” “perempuan mah harus patuh, nurut, ini, itu.” “kalau jadi sarjana Cuma kerja jadi A, B, C, mending kaya kita aja atuh sama aja hidupnya.” “udah 25 tahu, cepet nikah, nanti jadi perawan tua.” Itulah kalimat yang sedikit banyak terlontarkan pada beberapa perempuan. P...
2.06
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
2.06 Kau tahu rasanya terbangun tengah malam menangis? Kau tau rasanya, menangis tanpa jeda lalu kau menyadari bahwa terabaikan? Atau jiwamu ingin melenyap tapi kau tidak pernah bertemu api? 02.33 Kau Kau Kau Kau Kau Tau Kah Rasanya Pikiranmu Penuh dengan impian Dan itu tentang seorang anak manusia.
Cerpen
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pengkhianatan Menunggu Karya: Rifa Nurafia Detik itu aku melihat wajah penyesalan. Sayup-sayup heningnya keramaian toga dan duri buket bunga sepertinya menyakitakan. Sore itu bersama langit yang berwarna biru dan cerah ada kekesalan dalam balutan yang berjanji berusaha saling memantaskan, mungkin jika bisa berteriak dan berkata kecewa itu akan terlontar dari mulutnya. Tapi kenyataanya,tetap bersikap tegar seperti karang yang sebenarnya jika terkikis air lautpun akan rapuh. **************************** Di sebuah dusun, di pedesaan Yogyakarta. Aku, Gus, dan Ratna bersahabat sejak dari kecil. Posisi kekerabatan aku dan Gus memang menjadi kedekatan tersendiri. Aku memanggil Gus dengan Mas dan Gus memanggilku dengan Lee. Aku dan Gus sepupuan dari pihak ayah, tapi aku dan Ratna pun masih ada kerabat meski sangat jauh. Ratna cucu dari adiknya nenek pihak ibu. Semenjak dari SD sampai SMP aku dan Gus selalu satu sekolah, Hanya Ratna diantara kami berdua yang tidak pernah satu...
08.30
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
08. 21 Pun bila orang itu bukan kamu, Akan tetap rasanya 08.22 Lewat sedikit Atau Berjuang lebih baik 08.23 Pada saat bidikan takdir yang kau buat jaring Tuhan mempertemukan kita pada jumat 08.24 Berakhir di Januari atau Juni Akan tetap pada masa ketetapan Atau keduanya akan menjadi tanya Dipastikan dapat bagian miliaran mimpi 08.26 Tetapkan dan tetapkan dan pertautkan segala jarring mimpi Titik fokus untuk saling menyatu pada ambisi masing-masing Maret, 2020
04.00
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
04.05 Dadaku sesak dengan rindu Pikiranku penuh tentang manusia Lalu hatiku isinya condong pada satu orang Sudah berbulan-bulan seperti ini, Kamu sadar tidak aku suka? 04.11 Tentang kamu dan segala ambisiku Hakku adalah tentang menyukai, Dan tidak ada kewajibanmu untuk melarang itu. 04.13 Jika nanti ini berakhir sepi, Terlupakan, Bahkan bertepuk sebelah tangan, Aku Tidak menyesal mengambil hakku menyukaimu, Aku Mengenang kamu dalam tulisan. 04.15 siapa kamu? Tanya pada diri kamu, Bisa jadi itu kamu yang aku maksud.
PEREMPUAN DAN PERLAWANAN
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
PEREMPUAN DAN PERLAWANAN *Rifa Nurafia Ada hal yang menjadi sangat penting untuk dilawan oleh perempuan, yakni pemikiran-pemikiran dan relasi kuasa soal keseluruhan diri perempuan oleh sesama perempuan. Mulai dari standar kecantikan, standar mode baju dan gaya rambut, standar model pekerjaan, dan keseluruhan kehidupan perempuan seolah masuk dalam relasi kekuasaan dominan aturan adat kebiasaan masyarakat. Pernah mendengar kalimat: ”IH PEREMPUAN JANGAN TINGGI-TINGGI SEKOLAH NANTI SUSAH JODOH.” “IH, PEREMPUAN NGAPAIN SIH BERKARIR, ANAK ITU URUSIN” “UDAH UMUR 25, KOK BELUM NIKAH?” atau lebih mendalam lagi lontaran soal standar kecantikan: “IH, MUKANYA JERAWATAN YA SEKARANG.” “KOK GENDUTAN, MASIH KURUS AJA.” Ucapan-ucapan tersebut terkad terucap bukan dari lawan jenis saja, tetapi dari kaum perempuan itu sendiri. Sadar ataupun tidak kadang perempuan juga berpandangan hanya berdasarkan kesaaman yang melekat pada diri dia. Terkadang ketika sesuatu sedikit saja berb...
Hidup Kedua #JCDB3
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
HIDUP KEDUA Mengingat beberapa tahun ke belakang tepatnya tahun 2017. Tahun di mana secara pribadi merasakan hidup untuk kedua kalinya. Saat itu, tahun di mana saya kehilangan sahabat saya, sekaligus pengalaman pertama menyaksikan sakaratul maut dan kematian di depan mata. Rasanya jika mengingat itu, ternyata ada alasan mengapa sampai hari ini masih tetap hidup; iya kita belum bisa beri kebaikan pada lingkungan sekitar, Tuhan belum ambil nyawa karena barangkali kita perlu menebar kebaiakan. Semoga ada kebaikan yang bisa diambil dari diri ini. Satu bulan setelah kehilangan salah seorang sahabat, saya di diagnosa mempunyai penyakit yang harus disembuhkan dengan minimal 6 bulan bolak balik ke rumah sakit. Hancur rasanya saat itu, hampir beberapa bulan terbaring di tempat tidur. Saya masih mengingat betapa rasanya setiap detik jadi berharga. Sampai saat ini, jika mengingat masa itu, berasa hidup untuk yang kedua; untuk menjadi lebih baik. Saya masih mengingat bisa terlelap tidur ji...
Perempuan dan Perasaan #1
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Perempuan dan Perasaan#1 Oleh: Rifa Nurafia Perempuan sadar atau tidak memiliki rasa dan perasaan yang terkadang melebihi ketakutan. Perasaanya bisa menjadi membabi buta dan mencaci maki. Perasaan yang dimiliki perempuan bisa memiliki sinyal kuat kebaikan atau malah menjadi malapetaka. Sadar atau tidak perasaan dalam diri perempuan kuatnya melebihi yang ada di laki-laki. Katanya perempuan lebih menggunakan perasaan daripada logika. Bisa jadi itu benar, sebab terkadang perempuan lebih banyak melihat sesuatu menggunakan rasa dirinya; perasaan yang muncul untuk dirinya saja tanpa pernah memikirkan rasa atau perasaan yang lain. Tidak sepernuhnya benar, tapi bisa diuji dengan kalian para perempuan mengambil keputusan dan memberikan sebuah respon terhadap apa yang dialami. Perasaan begitu melekat sebab keberadaanya menjadi banyak mendominasi dalam diri perempuan. Perasaan adalah segala sesuatu yang dirasakan dengan pancaindera. Lewat perasaan yang ada dalam diri, emosi itu muncul da...
TERIMA KASIH #JCDB3
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
~TERIMA KASIH (BAGIAN CINTA DENGAN BEDA) “aku selalu mencintaimu hari ini dan hari-hari selanjutnya” Hari ini dalam kalut dan semrawut peliknya kehidupan dunia, ada seorang yang menunggu untuk disapa, ada seorang yang begitu bangga selalu ada untukmu, tetap percaya bahwa berkali-kali jatuh dan gagal kau akan tetap bangkit, berkali-kali menangis; kau akan tetap bahagia, berkali-kali tersungkur; kau akan bangun, berkali-kali murung; kau akan selalu tersenyum. Percayalah, dia selalu akan ada, jadi baik serta menjadi orang yang paling mencintaimu di dunia. Dia itu dirimu sendiri. Dirimu yang kau kadang sebut payah, dirimu yang tidak pernah kau sapa, bahkan dirimu yang kau sendiri tidak pernah jujur. Kehilangan dirimu yang utuh bisa membuat semua jadi kacau. Bercermin dan lihat pantulan dirimu, berdialoglah, berterima kasihlah, dan cintai dia. Di hadapanmu, orang itu adalah wujud kasih dan cintanya Allah sama manusia. Bentuknya lengkap dengan panca indra. Dia berwujud di d...