Postingan

Lara Kematian

LARA KEMATIAN * Perempuan suci Helaan nafas terakhir. Nyawa yang lepas dari jasad. Kelu… Pilu… Pasrah... Tak ada gairah, lemas terkulai. Tak bisa berontak, Percuma melawan. Orang-orang hanya menatap tanpa merasa berpijak pada dua dunia, Sebab bukan giliran mereka Rintih… Nyeri… Menusuk… Tertancap.. Pedih… Terlepas… Tak ada aliran darah Detak terhenti  Udara dalam jasad tak terasa Mata tertutup. Pucat,kaku, sayup. DIAM! DIAM! DIAM! DUKA! DUKA! DUKA! TANGIS! TANGIS! TANGIS! semua tak punya berarti, Hanya ada lara kematian

Terkurung Prasangka#2

Terkurung Prasangka Episode 2 Oleh: Rifa Nurafia Manusia itu tetap menangis, menghujat waktu yang katanya salah menempatkan dirinya pada keadaan malam yang tiba-tiba seperti petir mengangetkan dan membuat ketakutan. Manusia tetap terkadang bersumpah serapah pada kesempatan yang sudah dinikmatinya karena semua angan berubah menjadi menyakitkan. Waktu yang singkat malam ini menjadi pelampiasan atas apa yang sudah dilihat, mulutnya berujar andai, andai, andai, dan andai. Lantas jika kata “andai” itu berwujud pada kemunduran waktu beberapa menit dan semua pilu yang dianggap menyakitkan tak dijumpai apa akan tetap bahagia dan baik-baik saja? Kemudian manusia itu berangan melewati awan berharap beberapa menit yang sudah dilewati dengan pikiran dan kaitan yang pilu dengan membuat sebuah kata “andai” akan menyebabkan kejadian itu tak dialami dan tak terdeteksi, kau terkurung dalam prasangka! Aku harap tak pernah lewat pada alur yang membawaku hingga terdiam dan merenung. Kurunga...

Terkurung Prasangka

Terkurung Prasangka Oleh: Rifa Nurafia Ternyata ada jarak yang tak bisa aku jelaskan, ada ucapan yang tak bisa diucapkan bahkan ada waktu yang aku harap berbalik dan terpotong dan tak aku lewati peristiwanya. Malam ini langit begitu hitam tanpa bintang, sementara tiba-tiba datang angin datang merusak semuanya. Satu kalimat yang membuat dinding kelopak mata nyaris tak hentinya mengeluarkan buliran. Satu kalimat sederhana yang dibaca lewat status dalam sosial media. Malam ini seisi kamar rasanya   menatap dengan keheranan, dengan semua tanya dan rasa kebingungan. Tak mungkin berteriak sebab tak ada yang mengerti mengapa bisa terjadi. Tubuh yang menyender dinding,   wajah ditekuk dan ditahan oleh kaki kiri yang dipeluk   menjadi fokus   di atas kasur.   Tak terhindar ada akibat dari satu kalimat sederhana dari sosial media meruntuhkan semuanya. Lebur, hancur, patah, tercecer dan menyakitkan. “Perempuan bisa apa, bolehkan dia menyatakan perasaan cintanya ...

J-A-N

:J: Aku A-k-u Sebutan untuk orang pertama Sebutan pengganti diri sendiri :A: Kau K-a-u Sebutan untuk orang kedua Sebutan pengganti orang lain dengan posisi langsung :N: Aku dan kau Bercengkrama dalam alunan keakraban Berdekatan dengan pesan Tapi kau sebut apa aku dihadapan dia ?

Memantaskan Diri

Karena kelak didepan kesuksesan nanti Aku hanya ingin kamu bangga memiliku . . . . Tidak masalah dengan sekarang Untuk tidak Mengenalkanku didepan teman-teman mu tidak dilakukan Sebab aku mengerti kau mungkin tidak memilihku sekarang tapi Berjuanglah untuk masa depanmu sampai toga itu dikepala kita masing-masing Aku lebih tau sakitnya bertahn saat kamu memutuskan untuk berpisah tidak sekali Itu sering dilakukan . . Aku hanya minta Jika kamu tidak akan menjadikan aku sebagai masa depanmu Bicaralah Agar aku mundur biar orang yang kelak kamu ingin menjadi masa depannya maju dan tak terhalangi kehadiranku Dan agar aku mengerti bahwa aku salah berjuang ~~~ -fiura- 9:20

Cerpen

PELANGI SEPIKU   Karya: Rifa Nurafia Saat senja menghampiri ada harapan setelah gelap itu ada, esok akan ada fajar yang   duduk menunggu didepan gerbang menemani berjalan menyusuri jalan setapak yang terkadang membutuh pegangan untuk menopang jika terpeleset dan akhirnya jatuh.   Fajar yang ditunggu tenyata bukan fajar dipagi hari melainkan senja yang tenggelam bersama matahari dan memunculkan kegelapan. Sore itu, bersamaan dengan rintik-rintik hujan ada pelangi di rumahku, pelangi yang aku tunggu hampir selama empat tahun, aku tidak pernah peduli pelangi itu milik siapa dan akan bertahan atau menghilang. Aku hanya mengerti empat tahun lalu pelangi itu berkenalan denganku mengajariku bagaimana warna-warni keindahan itu dapat diciptakan, bagimana refleksi sebuah biasan cahaya menjadi begitu indah, pelangi yang aku hampir melihatnya selalu dari kejauhan sekarang datang mendekat denganku, bahkan dekat hanya 3 langkah kaki aku berdampingan dengannya. Aku hamp...
Aksara R Rindu Berawal huruf R dan diakhiri huruf u Kata yang selalu tiap orang mengingat soal perasaan Tapi bermakna seribu alasan Sebab rindu dapat berupa banyak wujud Rindu pulang Rindu bertemu Rindu berkasih Ataupun rindu tak bertuan. Soal rindu Terlalu banyak definisi Banyak hal yang rumit soal rindu Rindu deretan abjad penuh misteri Tak pandang dalam mengacak-acak hati Sampai pada persoalan tingkah laku Orang dapat berubah dikala rindu Berkecamuk dan menumpahkan lewat emosi Atapun berdiam melawan rasa. Rindu Siapakah yang dapat mendefinisikannya? Tiap orang punya pandangan soal rindu Tapi sesungguhnya letak kesamaannya pada tak sampai hati berjumpa.